Archos 35 Smart Home Phone, sebuah telepon rumah digital tanpa kabel yang juga mendukung koneksi ADSL, memiliki sistem operasi Android dan layar sentuh selayaknya smartphone. Lalu apa saja keuntungannya?
Berkat sistem operasi Google Android, Anda dapat berbagi kontak, nada dering MP3, dan tampilan foto penelepon pada kedua smartphone tersebut. Archos 35 tentunya juga dapat menjalankan aplikasi Android, serta memiliki webcam menghadap ke depan yang dapat digunakan untuk membuat panggilan video ke PC atau smartphone Android.
Kamera ini juga dapat Anda gunakan untuk memonitor bayi atau anak di rumah (video surveillance). Dengan sistem operasi Android, kegunaannya cukup bervariasi. Anda dapat membaca artikel di yang canggih, sambil membaca email yang masuk, bermain game, serta mendengar musik, semua langsung di Archos 35 Smart Home Phone.
Jadi boleh dibilang, Anda mendapatkan banyak kemampuan dalam sebuah paket yang keren dan penuh fungsionalitas. Kabar baiknya, telepon rumah yang canggih ini dijual dengan harga US $159 saja, atau tak sampai Rp 1,5 juta.
Seorang ilmuwan ternama dari Badan Samudera dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat Dr Kathryn Sullivan kemarin memperingatkan badai matahari bakal mencapat puncaknya dua tahun lagi.
Ia menegaskan puncak badai matahri itu dapat merusak satelit komunikasi, sistem navigasi, jaringan telepon, dan peralatan transmisi listrik. Badai ini juga melepaskan partikel yang mampu merusak sirkuti computer secara sementara atau permanen.
“Ini benar-benar bakal menjadi sebuah masalah ketika badai matahari itu menghantam planet kita,” kata Sullivan dalam Konferensi PBB mengenai iklim global di Jenewa, Swiss. Ia merupakan mantana astronot NASA (Badan Antariksa Nasional Amerika) yang pada 1989 menjadi perempuan pertama yang berjalan di ruang angkasa
Peringatan serupa juga pernah disampaikan para ahli astronom Februari lalu. Menurut mereka, manusia bakal lebih rentan terhadap akibat puncak badai matahari pada 2013. Mereka meminta semua negara bersiap menghadapi musibah global semacam topan Katrina yang pernah melanda negara Abang Sam itu.
Para ahli juga memperingatkan badai matahari mendatang dapat menyebabkan listrik di seluruh dunia mati selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Puncak badai matahari ini berlangsung saban 11-12 tahun. Terakhir berlangsung pada 2001, namun efeknya terhadap Bumi lemah.
Badai besar matahri pada 1972 telah memutus jaringan telepon jarak jauh di Negara Bagian Illinois, Amerika. Peristiwa serupa pada 1989 mengakibatkan listrik mati di seantero Provinisi Quebec, Kanada.
Korea Selatan sukses mengembangkan sistem telekomunikasi mobile generasi keempat (4G) berbasis Long Term Evolution (LTE)-Advanced, yang diklaim pertama di dunia. Kecepatannya diklaim super.
Kementerian Ekonomi Korsel menyatakan bahwa lembaga milik negara, Electronics and Telecommunications Research Institute (ETRI) , telah berhasil mengujicoba sistem LTE-Advanced di luar kondisi laboratorium. Hasilnya pun menjanjikan.
Dengan sistem tersebut, user bisa mengunduh data dengan kecepatan sampai 600 Mbps! Pihak ETRI berhasil mendownload sebuah file film yang berukuran 700MB hanya dalam waktu 9,3 detik saja. Menakjubkan memang.
Dalam uji coba yang telah dilakukan di Negeri Ginseng, teknologi ini digunakan pula untuk streaming di televisi 3D dalam sebuah mobil yang sedang berjalan sekitar 40 km per jam. Hasilnya lancar-lancar saja.
Teknologi tersebut masih dalam tahap awal perkembangan. Diharapkan, LTE Advanced sudah dapat diterapkan secara massal di Korsel sekitar tahun 2014.